HEWAN TERNAK BAGI MANUSIA

 Hewan Ternak


binatang ternak

 

Pengertian Hewan dan Hewan Ternak

Hewan ternak merupakan bagian dari kelompok hewan yang dipelihara oleh manusia untuk berbagai keperluan seperti pangan, tenaga kerja, dan industri. Secara umum, hewan sendiri adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan yang mampu bergerak dan merespons lingkungan, namun tidak memiliki akal dan budi pekerti. Dalam bahasa Arab, kata hayawan berarti “kehidupan”, yang menjadi asal mula kata “hewan” dalam bahasa Indonesia.

Selain itu binatang ternak adalah binatang yang dipelihara, dirawat, dan dikembangbiakkan oleh manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhan, seperti: sumber pangan (contohnya ayam), bahan industri (misalnya bulu domba), atau sebagai bantuan dalam pekerjaan (seperti sapi dan kuda).

 

kitab Hayatul Hayawan Al-Kubro

Kitab Hayat al-Hayawan al-Kubra

(Ḥayāt al-Ḥayawān al-Kubrā) adalah karya ensiklopedis terkenal tentang hewan dalam tradisi Islam klasik yang ditulis oleh Ad-Damiri (w. 808 H / 1405 M). Kitab ini menggabungkan pengetahuan zoologi, kisah-kisah dari Al-Qur’an dan Hadis, serta cerita-cerita dan adat istiadat masyarakat Arab, sehingga merupakan perpaduan antara ilmu pengetahuan, tafsir, dan adab (etika).

 

Penjelasan Umum tentang Hewan dalam Hayat al-Hayawan al-Kubra

Dalam kitab ini, hewan tidak hanya dijelaskan dari sisi biologis atau morfologis, tetapi juga mencakup:

  1. Nama dan klasifikasi hewan – Disusun menurut abjad Arab, bukan menurut sistem klasifikasi ilmiah modern.
  2. Deskripsi fisik dan kebiasaan hidup hewan
  3. Hikmah atau pelajaran moral dari perilaku hewan
  4. Kehadiran hewan dalam Al-Qur’an dan Hadis
  5. Cerita-cerita Israiliyat dan kisah-kisah sufi
  6. Kegunaan hewan bagi manusia, baik dari sisi ekonomi maupun spiritual
  7. Pandangan ulama terhadap status najis/suci, halal/haram, dan lain-lain

Dalam kitab Hayāt al-Ḥayawān al-Kubrā, yang dimaksud dengan hewan (الحيوان) memiliki makna yang luas, tidak hanya dalam konteks biologis seperti dalam zoologi modern, tetapi juga mencakup makhluk hidup yang bergerak dan memiliki jiwa (nafs).

 

Berikut penjelasan lebih lengkap:

Definisi Hewan dalam Kitab Hayāt al-Ḥayawān al-Kubrā

1. Makhluk Hidup yang Bernyawa dan Bergerak

Ad-Damiri mengacu pada pengertian klasik dari “ḥayawān” sebagai:

Makhluk hidup yang memiliki ruh (jiwa), bergerak, dan merespons rangsangan.

  • Ini mencakup semua makhluk yang tidak termasuk tumbuhan atau benda mati.
  • Dalam kerangka keilmuan Islam klasik, hewan termasuk makhluk yang memiliki nafs hayawaniyyah (jiwa hewani), yaitu jiwa yang memungkinkan gerak, insting, makan, dan reproduksi.

2. Makhluk yang Diciptakan Allah untuk Tujuan dan Hikmah

  • Ad-Damiri mengaitkan hewan dengan tujuan penciptaan: sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah, sumber makanan, kendaraan, bahan pakaian (kulit, bulu), dan pelajaran moral.
  • Setiap hewan dianggap memiliki hikmah (kebijaksanaan ilahiah) dalam keberadaannya.

3. Makhluk yang Disebut dalam Al-Qur’an dan Hadis

  • Banyak hewan yang disebut dalam Al-Qur’an, baik secara nyata maupun simbolik.
  • Hewan dalam kitab ini dibahas tidak hanya dari sisi bentuk dan manfaat, tetapi juga makna simbolis dan spiritual.

Misalnya:

  • Singa melambangkan keberanian.
  • Anjing Ashabul Kahfi melambangkan loyalitas.
  • Kambing melambangkan kesederhanaan dan berkah.

 

Aspek Pengetahuan Tentang Hewan

Ad-Damiri tidak hanya menjelaskan fisik dan perilaku hewan, tetapi juga:

  • Nama hewan dalam berbagai bahasa dan dialek Arab.
  • Manfaat praktis dari hewan (susu, daging, tenaga).
  • Kedudukan hukum syariat (halal, haram, najis, suci).
  • Cerita rakyat, kisah-kisah Israiliyat, dan mimpi yang berkaitan dengan hewan.

 

Contoh Kutipan Makna Filosofis Hewan

“Sesungguhnya pada penciptaan unta, lebah, dan burung terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berfikir.”

Dengan demikian, hewan dalam kitab ini adalah makhluk hidup yang menjadi bagian dari sistem spiritual, etis, biologis, dan sosial dalam pandangan dunia Islam.

 

 

Dalam kitab Hayāt al-Ḥayawān al-Kubrā karya Ad-Damiri, hewan ternak secara umum merujuk pada:

Hewan yang dipelihara manusia untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk makanan, tenaga kerja, pakaian (bulu/kulit), maupun kurban dan ibadah.

 

Makna dan Jenis Hewan Ternak dalam Kitab

1. Makna “Hewan Ternak” (Bahasa Arab: الأنعام)

  • Dalam konteks Islam, kata al-an‘ām (الأنعام) sering dipakai untuk menyebut hewan ternak, terutama dalam Al-Qur’an, seperti dalam Surah Al-An‘ām (6) dan Surah An-Nahl (16).
  • Termasuk di dalamnya:
    • Unta (جمل)
    • Sapi (بقر)
    • Kambing (ماعز)
    • Domba (ضأن)

Ad-Damiri mengadopsi kategori ini, karena ini juga menjadi dasar dalam hukum fikih, seperti:

  • Hewan zakat
  • Hewan kurban
  • Hewan yang halal dimakan

 

2. Ciri-ciri Hewan Ternak dalam Kitab

Hewan ternak ditandai dengan beberapa hal:

  • Dipelihara oleh manusia
  • Bermanfaat secara ekonomi: untuk daging, susu, kulit, tenaga angkut
  • Berstatus halal jika disembelih dengan benar
  • Dapat digunakan untuk ibadah: zakat, kurban, hadyu (hewan yang dibawa ke Mekah saat haji)

 

Contoh Pembahasan Ad-Damiri tentang Hewan Ternak

Hewan Keterangan dalam kitab
Unta Disebut sebagai hewan yang sangat bermanfaat di padang pasir. Ada penjelasan tentang jenis-jenis unta, hikmah penciptaannya, dan peran penting dalam kisah Nabi serta syariat haji.
Sapi Dihubungkan dengan kisah Bani Israil. Dibahas hukum memakan daging sapi, serta manfaatnya bagi pertanian dan kehidupan.
Kambing Disebut sebagai hewan kesayangan para nabi. Daging dan susu kambing dibahas dari sisi kesehatan dan syariat.
Domba Dikaitkan dengan kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Juga dibahas tentang mimpi melihat domba dan penafsirannya.

 

Nilai Tambahan Hewan Ternak dalam Islam dan Kitab Ini

  • Simbol ketaatan dan pengorbanan, terutama dalam ibadah kurban.
  • Dibahas dari sisi fikih, seperti syarat hewan kurban, zakat ternak, najis/suci.
  • Disebut dalam kisah para nabi, membuatnya lebih dari sekadar makhluk ekonomi—ia punya dimensi spiritual.

 

Kesimpulan:

Hewan ternak dalam kitab Hayat al-Hayawan al-Kubra adalah hewan peliharaan manusia yang memberi manfaat dan memainkan peran penting dalam agama, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Muslim.

 


Peternakan dan Jenis Hewan untuk Beternak

Usaha pemeliharaan dan pengembangbiakan hewan di daratan dikenal sebagai peternakan, sedangkan untuk hewan air disebut perikanan. Terdapat banyak jenis hewan ternak yang memiliki manfaat yang beragam bagi manusia, antara lain:

  • Ayam, bebek, kalkun
  • Kambing, domba, sapi, kerbau
  • Keledai, kuda
  • Kelinci, lebah, dan lainnya

 

Sejarah Penjinakan Hewan

Tahukah kamu? Manusia telah menjinakkan hewan sejak ribuan tahun lalu demi kebutuhan hidupnya. Beberapa contoh proses penjinakan tersebut antara lain:

  • Anjing diyakini mulai dijinakkan sekitar 15.000 tahun yang lalu di wilayah Asia Timur, menjadikannya salah satu hewan pertama yang berinteraksi dengan manusia.
  • Kambing dan domba, yang merupakan hewan ternak penting, pertama kali dijinakkan sekitar 8.000 tahun yang lalu di wilayah Asia, dan sejak itu telah memainkan peran vital dalam perkembangan peradaban manusia awal.
  • Babi, yang dijinakkan sekitar 7.000 tahun lalu di Timur Tengah dan Tiongkok, menjadi sumber penting bagi manusia dalam hal pangan dan industri.

 

Manfaat Beternak

Beragam manfaat dapat diperoleh dari binatang yang dipelihara oleh manusia, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun industri, di antaranya:

  • Sebagai sumber gizi (daging, susu, telur)
  • Sebagai sumber pupuk organik
  • Sebagai sumber pendapatan
  • Sebagai bahan industri (wol, kulit, sutra)
  • Untuk penelitian ilmiah
  • Sebagai daya tarik wisata

 

Kaum Nomaden bersama Hewan Pendampingnya

Dalam sejarah, peternakan menjadi bagian penting dalam kehidupan kaum nomaden, yaitu kelompok masyarakat yang berpindah-pindah tempat tinggal mengikuti musim. Hingga kini, masih ada kelompok nomaden di Afrika Utara dan Asia Tengah yang hidup bersama binatang ternak sebagai sumber pangan dan sarana transportasi.


peternakan

Sistem dan Praktik Pemeliharaan

Metode pemeliharaan hewan ternak bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan dan kebiasaan masyarakat setempat. Umumnya, hewan ternak dipelihara dalam kandang dengan sistem pemberian pakan langsung atau dibiarkan mencari makan sendiri dalam pengawasan.

Beberapa peternak menggunakan sistem intensif, yaitu pemeliharaan hewan dalam kandang tertutup, biasanya digunakan di wilayah yang terbatas lahannya. Meskipun efisien, sistem ini sering dikritik karena dapat menimbulkan masalah seperti bau tidak sedap, limbah, dan risiko penularan penyakit.

 

Pakan dan Nutrisi Hewan Ternak

Setiap hewan ternak diberikan pakan yang sesuai dengan kebutuhannya. Pakan ini biasanya mengandung nutrisi dan vitamin dari bahan-bahan alami dan diolah dengan teknologi yang telah teruji. Contohnya:

  • Unggas (seperti ayam atau bebek) biasanya diberi pakan berupa pur atau jagung giling.
  • Ruminansia (seperti sapi, kambing, atau kerbau) biasanya diberi pakan berupa hijauan (rumput, leguminosa) dan tambahan konsentrat.

 

Kandang dan Infrastruktur Peternakan

Kandang ternak memiliki berbagai bentuk, dari pagar terbuka tanpa atap hingga bangunan modern bertingkat dengan sistem pengatur suhu dan kelembapan. Fungsi kandang meliputi tempat istirahat, reproduksi, maupun perawatan anak atau telur.

 

Pemantauan Kesehatan Ternak

Pemantauan kesehatan hewan dapat dilakukan secara tradisional maupun modern:

  • Cara tradisional: menggunakan termometer rektal untuk memeriksa suhu tubuh.
  • Cara modern: menggunakan teknologi RFID atau microchip yang ditanam di bawah kulit hewan. Teknologi ini mampu mendeteksi tanda awal penyakit melalui pemantauan suhu tubuh, detak jantung, hingga analisis kimia darah.

 

Hewan Ternak vs Non-Ternak

Pada umumnya, hewan peliharaan dibagi menjadi dua jenis:

  1. Hewan Ternak: hewan yang dipelihara oleh manusia untuk kebutuhan pangan, tenaga kerja, atau industri.
  2. Hewan Non-Ternak: hewan yang dipelihara oleh manusia untuk hiburan atau sebagai teman.

 

Manfaat Umum Hewan Peliharaan

Baik ternak maupun non-ternak, hewan peliharaan memberikan banyak manfaat, di antaranya:

  • Membantu aktivitas manusia (misalnya: kerbau, sapi, kuda).
  • Menjadi sumber pangan (daging, susu, telur).
  • Memberikan hiburan dan menjadi teman bagi manusia, seperti yang dilakukan oleh hewan peliharaan seperti kucing, burung, ikan hias, dan kelinci.
  • Menjadi bahan baku industri, contohnya wol dari domba dan sutra dari ulat sutra.

 

 

Anda bisa juga membaca artikel lainnya di:

https://id.wikipedia.org/wiki/Ternak

https://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Hewan_ternak

 

Baca juga Tentang Kami di: https://marufmarketplace.com/

Created by : Ma'ruf Creative